Ketika kisah ini hanya diisi oleh
cinta yang penuh luka, tak rasional dan merepotkan. Bagaimana lagi caraku untuk
memahaminya?
Lelaki itu telah pergi, ia
meninggalkan kertas kecil yang sejak tadi ia tulisi sesuatu. Sengaja atau
tidak, aku tak tahu.
Aku berdiri disamping
seseorang yang bukan dia. Walaupun mata ini hanya ingin menatap dia. Walaupun
hati ini hanya membisikkan namanya. Aku memilih untuk berdiri disamping yang
bukan dia. Aku ingin berdiri di depannya. Aku tidak berani berdiri disampingnya.
Karena aku terlalu takut untuk tidak melihatnya dengan jelas. Maaf.
Katakan jika tulisan ini bukan
untukku. Tolong, aku tidak mengerti permainan ini. Bukan keahlianku menganalisa
atau membaca 'kode' tersirat itu. Yang kutakutkan ini hanya salah paham semata.
Hati seorang gadis disana sudah menjadi pasangannya, itu yang mereka katakan.
Aku tidak sepakat dengan permainan hati. Itu tidak manusiawi. Katakan iya jika
memang iya. Dan tidak jika memang tidak. Aku sudah jujur mengatakan iya untuk
rasa ini tentang dia. Jika memang tidak bisa, tolong katakan tidak. Jangan
berkata tidak, tapi kau berdiri di garis iya. Tolong, ini masalah hati. Jangan
dipermainkan. Jika memang keraguan masih ada di dirimu, menjauhlah dari garis -
garis ini. Aku tidak ingin dibuat bingung []
Tidak ada komentar:
Posting Komentar