Rabu, 15 Januari 2014

Oh, hanya pelengkap.

Katanya, entah siapa "idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda". Pemuda yang katanya juga generasi perubah. Mereka bilang "agent of change". Pemuda dengan nama lain intelektual organik. Orang - orang berpendidikan dengan semangat perubahan yang berkobar - kobar. Darah - darah muda dengan teriakan idealisme yang tak mengenal siapa lawannya.

Ada masanya, mereka, para pemuda bangsa itu menjadi satu dengan satu teriakan. Yang katanya keadilan dan kesejahteraan. Di lain masa, mereka berkelompok dengan ego idealisme masing - masing.
Momentum - momenutum sejarah terkadang menyatukan semangat mereka, pemuda berpendidikan yang suka banyak omong. Sayangnya, momentum hanyalah momentum. Tak ada yang tersisa setelahnya, kecuali tanggal yang tetap sama. Dan, kembali mereka dengan kelompok - kelompoknya masing - masing dan ego - ego nya tersendiri.

Tapi tatapan yang menyala - nyala dengan suara yang tegas seringkali menjadi topeng mereka sebagai pemuda bangsa. Itu beban dan tanggung jawab yang harus mereka sadari. Ketika ide - ide kritis dan nyeleneh itu di protes, mereka, pemuda - pemuda itu selalu semangat untuk beradu argumen. Benar salah, apa peduli mereka. Inilah yang mereka yakini, yang mereka dengar, yang mereka lihat, dan ini lah yang mereka pahami. Adakah hukum yang melarang satu kepala untuk berpikir sesuai keinginannya. dan mulut - mulut berkoar sesuai pemahamannya. Dulu iya, Tapi mereka menghabisinya. Iya, mereka, para pemuda itu.

Ini tentang dunia yang katanya generasi perubah. Tapi, yang terlihat hanya poin - poin puzle yang dunia tentukan untuk mengisi hal yang terjalani. Bentukan yang katanya adalah nasib. Ditempatkan sesuai bentuknya.

Oh, ternyata ini bukan tentang perubahan. Hanya pelengkap.

[15 Januari. Puluhan tahun silam, tentang mereka yang 'bersuara' dan kini, tentang mereka yang 'membisu']

Tidak ada komentar:

Posting Komentar