Sering mereka saling berdebat tanpa mau mengalah,
tapi tak sekalipun mereka berdebat dengan dendam setelahnya.
Pernah mereka saling terdiam dengan wajah ketus,
tapi tak sekalipun hari berlalu dengan wajah itu.
Kadang mereka saling menghindar karena satu dua hal,
tapi mereka tak pernah menghindar saat melihat sesamanya
berlinang air mata.
Itulah mereka,
kita dahulu.
Penuh ego dan keras kepala,
tapi kasih kita tak pernah lelah menemani persahabatan ini.
Hingga kini,
Semoga tali persahabatan ini tetap ada dan kuat.
[ buat kalian, sahabat yang tak lagi dapat sering kujumpai ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar