Aku tak pernah tahu bagaimana pertemuan terjadi. Ketika dia dan dia yang
tidak kukenal, perlahan berjalan masuk menyapa hidupku. Atau langkahku dahulu
yang memasuki hidup mereka. Dia yang tidak kukenal, atau aku yang tidak dia
kenal berada dalam satu lingkaran kehidupan yang sama. Tapi, ini bukan hanya
lingkaran tentang tempat dan waktu yang sama. Namun, kesadaran yang sama tentang pertemuan ini.
Lalu apa? Jika seseorang yang mengatur semua ini mengizinkanku mengenal dia
- dia yang tidak kukenal itu, maka kupikir pertemuan ini akan berlanjut entah
kemana. Tapi jika tidak, hanya ada satu pilihan. Kita hanya akan menjadi orang
- orang di persimpangan jalan yang bahkan tidak pernah menyadari manusia lain
yang sedang berdiri disampingnya.
Jadi, setidaknya aku bersyukur Dia memberikanku pertemuan - pertemuan yang
tak terduga, dengan izinNya aku mengenal kalian, sahabat. Juga, seseorang lain yang
kukenal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar