....
“Tidak, penantianku tidak sia – sia
kawan, mungkin kau tidak mengerti. Karena,
ini urusan hati. Ini urusanku dengan hati orang itu. Kalian, para manusia
dengan segala logika dan pandangan realistis kalian, kalian tidak akan mengerti
kami. Aku tetap bertahan disini, karena aku tahu hatinya”
“Dan, kau tidak usah memaksaku untuk
mempercayai hati orang baru itu. Kau memandangnya karena egomu yang ingin
terlihat kuat. Aku mengenal hati orang baru itu, dan, kami, kami para hati mengerti
apa yang kami inginkan”
“Jadi, kumohon. Sabarlah sedikit, walau
aku tahu, kalian para manusia sangat sulit untuk bersabar dan percaya. Karena
itulah Tuhan menjodohkan kami dan kalian. Karena kami yang akan mengambil tugas
bertahan dan bersabar. Dan, kalian harus belajar menguatkan kami”
....
[ ini sepenggal percakapan di salah satu cerpen buat calon buku pertama saya. Semoga menginspirasi bagi yang membaca :) ]